Lompat ke isi utama

Berita

Validasi Data Hasil Uji Petik, Fadli: Sebelum Diserahkan Ke KPU Melalui Saran Perbaikan

Bawaslu Gorontalo Utara

Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara tengah melakukan proses validasi hasil uji petik terhadap data pemilih berkelanjutan Triwulan IV Tahun 2025. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum temuan lapangan tersebut diformalkan dalam bentuk saran perbaikan yang akan diserahkan kepada KPU Gorontalo Utara. Jumat (28/11/2025)

Proses validasi dilakukan dengan mencocokkan kembali seluruh data hasil uji petik, mulai dari perubahan elemen data pemilih hingga temuan potensi ketidaksesuaian yang ditemukan saat pengawasan lapangan. Bawaslu memastikan setiap data yang nantinya diserahkan telah melalui pengecekan berlapis agar tidak menimbulkan kekeliruan di kemudian hari.

Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, menyampaikan bahwa validasi ini merupakan bentuk tanggung jawab Bawaslu dalam menjaga kualitas data pemilih. Menurutnya, sebelum data diteruskan ke KPU, semuanya harus benar-benar dipastikan akurat. “Kami ingin memastikan bahwa apa yang disampaikan ke KPU Gorontalo Utara adalah data yang valid dan lengkap. Semua temuan kami sertai dengan data dukung hasil pengecekan langsung,” ujar Fadli.

Ia menambahkan bahwa langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menjaga dan memastikan daftar pemilih berkelanjutan tetap mutakhir dan tidak mengabaikan hak pilih masyarakat. Karena itu, setiap elemen data diverifikasi kembali agar tidak ada data yang terlewat atau tidak tepat sasaran.

Fadli juga berharap KPU Gorontalo Utara dapat segera menindaklanjuti saran perbaikan tersebut. Menurutnya, seluruh data yang akan diserahkan sudah dilengkapi dengan bukti pendukung yang diperoleh langsung dari warga maupun hasil pendataan lokasi. “Kami berharap KPU bisa merespons cepat, karena data yang kami bawa benar-benar hasil lapangan, bukan sekadar catatan di atas meja,” tambahnya.

Melalui proses validasi ini, Bawaslu Gorontalo Utara memastikan bahwa daftar pemilih yang tersusun nantinya memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Upaya ini sekaligus menunjukkan komitmen lembaga pengawas pemilu tersebut dalam menjaga integritas data pemilih.