Ngobrol Demokrasi Bareng Mahasiswa, Bawaslu Gorontalo Utara Ajak PMII Lawan Politik Uang
|
Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo Utara menggelar diskusi publik bertema “Peran Organisasi Mahasiswa dalam Mencegah Politik Uang pada Pemilu dan Pemilihan” sebagai upaya memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi, khususnya pencegahan praktik politik uang. Selasa (20/01/2026)
Kegiatan diskusi tersebut dilaksanakan oleh Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara dengan menghadirkan adik-adik dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Gorontalo Utara sebagai peserta utama. Diskusi dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, yang bertindak sebagai narasumber sekaligus moderator.
Dalam penyampaiannya, Fadli Bukoting menegaskan bahwa politik uang merupakan salah satu ancaman serius terhadap kualitas demokrasi, baik pada Pemilu maupun Pemilihan. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai keadilan dan kedaulatan rakyat.
“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Organisasi mahasiswa seperti PMII diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, menolak politik uang, serta melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitarnya,” ujar Fadli.
Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, menjadi kunci penting dalam menciptakan Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas.
Diskusi publik ini berlangsung secara dialogis, dengan pertukaran gagasan dan pandangan antara Bawaslu dan peserta diskusi. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara berharap dapat menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap bahaya politik uang serta mendorong keterlibatan aktif mereka dalam pengawasan partisipatif demi terwujudnya demokrasi yang bersih dan bermartabat.