Perkuat Pengawasan PDPB 2025, Bawaslu Gorontalo Utara Sambangi Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo
|
Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Dalam rangka memastikan pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) tahun 2025 berjalan dengan baik dan akurat, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo Utara melakukan kunjungan koordinasi ke Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini turut didampingi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, Lismawy Ibrahim, sebagai bentuk sinergitas antara Bawaslu kabupaten/kota dengan Bawaslu provinsi dalam mengawal hak pilih warga negara, termasuk warga binaan. Hadir pula dalam kunjungan ini Ketua dan Anggota Bawaslu Gorontalo Utara bersama satu orang staf sekretariat.
Padda kesempatan itu, Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, menegaskan bahwa kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam melakukan pengawasan melekat terhadap proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan.
“Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di lingkungan khusus seperti Lapas. Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Gorontalo Utara yang saat ini menjadi warga binaan Lapas perempuan yang memenuhi syarat tetap tercatat dalam daftar pemilih,” ungkap Fadli.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan PDPB tidak hanya difokuskan pada masyarakat umum, namun juga menyasar kelompok rentan seperti penghuni Lapas, rumah tahanan, dan panti sosial agar tidak ada satupun yang terlewat.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala Urusan Tata Usaha Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Fahrianto Luntaya, S.H. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian dari Bawaslu dalam memastikan seluruh warga binaan perempuan yang memenuhi syarat tetap terdata sebagai pemilih.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bawaslu. Kami siap mendukung proses pendataan agar seluruh warga binaan perempuan yang memiliki hak pilih dapat terakomodir dengan baik. Sinergi seperti ini sangat penting agar tidak ada warga binaan yang kehilangan hak konstitusionalnya,” ujar Fahrianto.
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Gorontalo Utara berharap tercipta kolaborasi berkelanjutan antara pihak Lapas dan penyelenggara pemilu untuk menjaga akurasi data pemilih serta menjamin terpenuhinya hak politik seluruh warga negara tanpa terkecuali.