Penutupan P2P Makin Seru, Tiga Peserta Terbaik Bawa Pulang Hadiah dari Bawaslu
|
Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar oleh Bawaslu Gorontalo Utara resmi ditutup dengan penuh semangat dan apresiasi. Pada penutupan kegiatan tersebut, Ketua dan Anggota Bawaslu Gorontalo Utara menyerahkan hadiah kepada tiga peserta terbaik yang dinilai aktif, kritis, dan memiliki pemahaman kuat terkait pengawasan partisipatif dalam kepemiluan. Selasa (19/05/2026)
Penyerahan hadiah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusias dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir. Tiga peserta terbaik tersebut dipilih berdasarkan keaktifan diskusi, kemampuan memahami materi, hingga komitmen dalam membangun pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Ketua Bawaslu Gorontalo Utara, Ronald Ismail mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk motivasi agar generasi muda semakin tertarik mengambil peran dalam menjaga demokrasi.
“Melalui kegiatan P2P ini kami berharap lahir agen-agen pengawasan partisipatif yang nantinya dapat menjadi mitra Bawaslu dalam mengawal Pemilu 2029. Tiga peserta terbaik hari ini menjadi contoh bahwa anak muda memiliki semangat besar untuk terlibat aktif dalam demokrasi,” ujar Ronald.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki energi dan idealisme kuat.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Fadli Bukoting menyampaikan bahwa peserta terbaik dipilih bukan hanya karena aktif bertanya, tetapi juga karena mampu menunjukkan sikap kritis dan solutif selama kegiatan berlangsung.
“Peserta terbaik ini kami nilai memiliki kemampuan memahami isu kepemiluan serta keberanian menyampaikan pandangan secara konstruktif. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti di forum ini saja, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ungkap Fadli.
Hal senada juga disampaikan Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Ismail Buna. Dirinya menilai kegiatan P2P menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
“Demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan masyarakat yang sadar dan berani mengawasi. Kami berharap peserta terbaik maupun seluruh peserta kegiatan ini dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif dan ikut menjaga integritas pemilu di Gorontalo Utara,” jelas Ismail.
Dengan berakhirnya kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026, Bawaslu Gorontalo Utara berharap semangat pengawasan partisipatif terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.