Jadi Narasumber, Ronald Ismail Beberkan Strategi Penguatan Jaringan Pengawasan Partisipatif
|
Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara, Ronald Ismail, mengungkapkan pentingnya penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas dalam membangun pengawasan partisipatif yang efektif pada pelaksanaan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Selasa (19/05/2026)
Di hadapan peserta P2P, Ronald menegaskan bahwa penguatan jaringan dan pemberdayaan komunitas merupakan proses penting untuk meningkatkan kemampuan serta partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk dalam menjaga kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu.
Menurutnya, penguatan jaringan dimaknai sebagai proses memperkuat hubungan komunikasi dan kerja sama antara individu, kelompok, maupun lembaga agar tujuan bersama dapat dicapai secara efektif dan berkelanjutan.
“Penguatan jaringan bukan hanya tentang membangun relasi, tetapi bagaimana menciptakan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, komunitas, dan lembaga pengawas dalam mengawal demokrasi,” ujar Ronald.
Ia menjelaskan, pengawasan partisipatif tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada penyelenggara pemilu. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan proses demokrasi yang bersih, jujur, dan transparan.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P), Ronald berharap lahir komunitas-komunitas pengawas partisipatif yang aktif, kritis, dan mampu menjadi perpanjangan tangan pengawasan di tengah masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu adalah tanggung jawab bersama. Ketika komunitas diberdayakan dan jaringan diperkuat, maka potensi pelanggaran dapat dicegah lebih awal,” tambahnya.
Kegiatan P2P tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi peserta untuk memahami pentingnya kolaborasi sosial dalam pengawasan demokrasi, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengawal proses pemilu yang berintegritas.