GELAR RAKOR, BAWASLU GOR0NTALO UTARA BERHARAP TIDAK ADA SENGKETA TERKAIT DATA PEMILIH
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gorontalo Utara menggelar Rapat Koordinasi Sengketa Proses terkait Data Pemilih di Ruang Rapat Bawaslu, (Jumat, 26 Juni 2021).
\n
\nRapat tersebut dihadiri Ketua dan Anggota Divisi Data KPU, unsur TNI/POLRI, Sekretaris Dukcapil serta Ketua dan Anggota Bawaslu Gorontalo Utara.
\n
\nDalam pengantarnya, Ketua Bawaslu Gorontalo Utara, Lius Ahmad menyampaikan bahwa rapat koordinasi yang diselenggarakan hari ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya sengketa proses data pemilih. Oleh karena itu untuk mencegah hal tersebut kami mengadakan rapat koordinasi dengan instansi terkait sekaligus mendiskusikan langkah-langkah strategis dalam pengawasan untuk mendapatkan Data Pemilih Berkelanjutan yang akurat yang nantinya akan digunakan pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024.
\n
\nData pemilih sering menjadi sorotan anggota DPR saat rapat kerja dengan penyelenggara Pemilu, selain itu Data pemilih juga sering menjadi hal yang dipermasalahkan oleh para pihak ketika terjadi sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi (MK) pada setiap Pemilu/Pemilihan. Oleh sebab itu untuk menghindari hal tersebut kami melaksanakan rapat koordinasi ini. Selain untuk membahas masalah yang kemungkinan timbul akibat Data Pemilih juga strategi pengawasan terhadap Pemutakhiran data Pemilih Berkelanjutan. Ujarnya.
\n
\nJefrian Akutu selaku Kordiv PHL Bawaslu Gorontalo Utara pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sebelumnya pihaknya telah melaksanakan uji petik tahap II yang dipusatkan di Kecamatan Kwandang dan telah menyerahkan saran perbaikan kepada KPU Gorontalo Utara terhadap permasalahan yang ditemukan dilapangan terkait Data Pemilih untuk dilakukan perbaikan. KPU juga telah menyampaikan balasan atas saran masukan dengan mengapresiasi dan menindaklanjuti saran perbaikan yg disampaikan oleh pihak Bawaslu
\n
\nDia juga berharap agar semua pihak yg hadir bisa saling mensupport dan terus memaksimalkan kerjasama khususnya terkait keakuratan data demi tercapainya data pemilih berkelanjutan yang akurat dan tepat.