Data Pemilih Jadi Sorotan, Bawaslu Gorontalo Utara Ikuti Sosialisasi Uji Petik
|
Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara memperkuat pengawasan terhadap Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) melalui Sosialisasi Uji Petik dalam rangka Riset Pemetaan Kerawanan Isu Strategis PDPB yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia secara daring melalui Zoom Meeting. Jumat (2/10/2026)
Kegiatan tersebut diikuti Anggota Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara, Fadli Bukoting, selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat kapasitas jajaran pengawas dalam melaksanakan uji petik sekaligus memetakan berbagai isu strategis yang berpotensi menimbulkan kerawanan dalam pengelolaan data pemilih.
Melalui uji petik, jajaran pengawas didorong untuk melakukan pencermatan terhadap data secara lebih akurat sehingga potensi persoalan dalam pemutakhiran dan pengelolaan data pemilih dapat diidentifikasi sejak dini.
Fadli menyampaikan bahwa pengawasan PDPB membutuhkan proses yang cermat dan berkelanjutan. Menurutnya, kualitas data pemilih menjadi salah satu aspek penting yang perlu terus dijaga melalui pengawasan yang berbasis pada data dan fakta di lapangan.
“Uji petik menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengawasan data pemilih dilakukan secara cermat dan dapat mengidentifikasi potensi kerawanan sejak awal,” ujar Fadli.
Ia menambahkan, hasil uji petik nantinya dapat menjadi bahan untuk memetakan isu-isu strategis sekaligus memperkuat langkah pengawasan Bawaslu terhadap PDPB.
Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara terus mendorong pelaksanaan pengawasan PDPB secara akurat, cermat, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung terwujudnya data pemilih yang valid dan berkualitas serta dapat menjadi dasar dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi jajaran pengawas untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme uji petik dan strategi pemetaan kerawanan, sehingga pengawasan terhadap data pemilih dapat dilakukan secara lebih terukur dan efektif.