Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Penuh Makna, Bawaslu Gorontalo Utara Teguhkan Demokrasi dalam Bingkai Silaturahmi Ramadhan

Bawaslu Gorontalo Utara

Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Dalam suasana Ramadhan yang penuh keberkahan, Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 dengan tema “Mempererat Silaturahmi, Meneguhkan Demokrasi”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi moral dalam memperkuat komitmen pengawasan partisipatif di daerah. Selasa (3/03/2026)

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Gorontalo Utara, Koordinator Sekretariat, jajaran sekretariat, serta perwakilan organisasi kepemudaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Kehadiran berbagai unsur kepemudaan ini mempertegas pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga kualitas demokrasi.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Gorontalo Utara, Ronald Ismail, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Dalam sambutannya, Ronald Ismail menyampaikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas kelembagaan Bawaslu semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ngabuburit pengawasan ini bukan hanya tentang menunggu waktu berbuka puasa, tetapi tentang menunggu dan menjemput masa depan demokrasi yang lebih bermartabat. Kita ingin memastikan bahwa semangat silaturahmi hari ini bertransformasi menjadi energi kolektif untuk mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” ujar Ronald.

Ia juga menekankan bahwa peran organisasi kepemudaan sangat strategis dalam membangun budaya politik yang sehat. Menurutnya, mahasiswa dan pemuda adalah agen perubahan yang mampu menjadi jembatan antara idealisme dan praktik demokrasi yang berkualitas.

“Kami percaya, ketika pemuda bergerak bersama dalam semangat pengawasan partisipatif, maka demokrasi tidak hanya menjadi prosedur lima tahunan, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam keseharian masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Gorontalo Utara berharap terbangun komunikasi yang lebih intensif dan kolaboratif dengan organisasi kepemudaan, sehingga tercipta ruang-ruang edukasi demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Bawaslu Gorontalo Utara

Ngabuburit pengawasan 2026 pun ditutup dengan dialog interaktif dan ramah tamah, menandai komitmen bersama untuk terus mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan langkah dalam menjaga demokrasi di Gorontalo Utara tetap berada pada rel integritas dan partisipasi publik yang kuat.