Lompat ke isi utama

Berita

Mohamad Hasan Dorong Materi “Bawaslu Membelajarkan” Vol. 2 Segera Dirampungkan

Bawaslu Gorontalo Utara

Gorontaloutara.bawaslu.go.id-Program “Bawaslu Membelajarkan” Vol. 2 menjadi topik utama dalam Ngopi (Ngobrol Pemilu) Part 30 yang digelar Bawaslu Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mematangkan persiapan materi sekaligus memastikan program tersebut segera direalisasikan.

Dalam pembahasan tersebut, Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Gorontalo Utara, Mohamad Hasan, meminta jajaran sekretariat untuk segera merampungkan materi yang akan digunakan dalam program Bawaslu Membelajarkan Vol. 2.

Menurutnya, penyelesaian materi perlu dilakukan secara terarah agar setiap bahan yang disiapkan dapat memberikan informasi yang jelas, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Materinya segera dirampungkan. Kita ingin Bawaslu Membelajarkan Vol. 2 ini tidak hanya selesai sebagai sebuah program, tetapi juga mampu menyampaikan informasi kepemiluan dengan cara yang sederhana dan menarik,” ujar Mohamad Hasan.

Ngopi Part 30 juga membahas berbagai kebutuhan dalam proses produksi, mulai dari penyusunan materi hingga persiapan pengambilan video. Setiap bagian diharapkan memiliki alur yang jelas sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Bagi Bawaslu Gorontalo Utara, Bawaslu Membelajarkan menjadi salah satu upaya untuk terus menghadirkan edukasi kepemiluan, khususnya di tengah masa non-tahapan. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pengawasan pemilu.

Dengan suasana Ngopi yang santai namun tetap produktif, jajaran sekretariat berdiskusi dan menyatukan gagasan agar Vol. 2 dapat tampil lebih menarik dibandingkan sebelumnya.

Melalui Ngopi Part 30, Bawaslu Gorontalo Utara kembali menegaskan bahwa edukasi kepemiluan tidak harus selalu dilakukan dalam suasana formal. Lewat diskusi ringan, kreativitas, dan kolaborasi, pesan-pesan pengawasan dapat dikemas lebih dekat dengan masyarakat.